Belajar dari si Kecil

  • 0

Kehadiran anak membuat hidup kita menjadi lebih berarti. Menyayangi, merawat dan mendidik anak membuat kita merasa lebih berbahagia. Tapi, tahukah Anda bahwa anak-anak bisa mengajari kita berbagai cara unik untuk menghargai hidup? Coba perhatikan betapa gigih usaha anak berusaha mengendarai sepeda roda duanya, atau bagaimana imajinasi si kecil membuatnya mampu menyusun balok menjadi istana raja yang megah. Jika Anda memperhatikan dengan baik, anak-anak bisa membantu Anda meraih kesuksesan dalam hidup. Tidak percaya? Coba baca berbagai karakter positif anak di bawah ini.
TEKUN. Kebanyakan anak kecil begitu gigih dan tekun dalam melakukan hal yang mereka sukai. Anak tidak terlalu memahami definisi kegagalan dan tidak takut untuk mencoba melakukan hal yang mereka inginkan. Hasilnya? Kesuksesan.
Amie E. Felicitti dari Early and Elementary Education di Drexel University College of Medicine, mengatakan bahwa anak-anak tidak akan berhenti bertindak hanya untuk mempertanyakan kemampuan mereka dalam meraih kesuksesan. Anak hanya akan langsung melakukannya. “Untuk belajar merangkak, bayi kecil akan berlatih ratusan kali sehari, dan gagal dengan jumlah yang sama banyaknya. Bayi akan terus berusaha, lalu gagal, dan mengulanginya lagi berkali-kali sampai akhirnya berhasil,” ujar Amie. Apakah si bayi lalu akan merajuk dan marah jika tidak berhasil? Mungkin iya, tapi itu tidak lama. Setelah itu, bayi akan kembali duduk dan belajar merangkak.
Bagaimana dengan orang dewasa? Kita perlu percaya dengan kemampuan diri sendiri agar bisa berhasil. Untuk bisa melakukannya, yang dibutuhkan adalah ketekunan, fokus yang kuat, dan hasrat untuk mengejar apa yang kita inginkan sampai bisa mendapatkannya. Sama seperti keberhasilan si kecil merangkak, merambat dan akhirnya mampu berjalan dengan kedua kakinya tanpa dibantu. Semua berkat ketekunan.
TAK KENAL TAKUT. Anda mungkin sering merasa khawatir melihat batita cilik begitu aktif berlarian kesana sini, memanjat dan bergelantungan di palang titian tanpa merasa takut jika terjatuh. Sering sekali saya mendengar sahabat yang bercerita bahwa anaknya seolah tak memiliki rasa takut. Dan di satu sisi, saya juga menemukan betapa takjubnya para orang tua tersebut dengan kemampuan anak mereka untuk bisa melompati balok tinggi atau melewati rintangan 
Intinya, anak-anak tidak melihat tantangan yang ada di hadapan mereka sebagai sesuatu yang mengerikan atau ditakuti, dan kita pun sebaiknya tidak menganggapnya demikian. Adriana Ginandjar, psikolog keluarga, mengatakan bahwa kita justru harus menerima dan merengkuh tantang serta rintang sebagai kesempatan untuk melompat ke jenjang kehidupan yang lebih baik.
SELALU INGIN TAHU. Alia, ibu dari Davina, 4 tahun sering kali kewalahan berusaha menjawab pertanyaan yang diajukan putrinya. “Nana (Davina) tidak pernah berhenti menanyakan berbagai hal pada saya, pertanyaannya memang sederhana tapi sering kali saya bahkan harus berpikir keras untuk menjawabnya,” ujarnya sambil tergelak. “Mama, kenapa semut tidur di tanah dan tidak di kasur seperti Nana?” “Apa di dalam tanah tidak dingin?” “Apa mama semut juga menemani anaknya tidur?” Dengan bertanya, anak belajar, dan pemikiran mereka akan tumbuh dan berkembang. Si kecil juga tidak pernah pusing memikirkan pertanyaan dan jawaban yang Anda berikan. Lebih tepatnya, anak-anak bersenang-senang dengan rasa ingin tahu mereka. Amie mengatakan bahwa dengan bertanya, anak bereksplorasi, bereksperimen, dan belajar.
Jadi lain kali Anda menghadapi pertanyaan atau rintangan yang sulit, lakukan tiga langkah ini: eksplorasi, eksperimen, dan belajar.
DETERMINASI KUAT. Pernah mencoba mengambil mainan yang sedang dipegang batita? Apa yang biasanya dilakukan anak? “Dia akan mencoba berbagai cara untuk meminta kembali mainan itu dari Anda, entah dengan menangis, merayu, merajuk, atau marah,” kata Amie. Terlepas dari tantrum yang mungkin terjadi ketika Anda merebut paksa mainannya, anak memiliki determinasi kuat untuk berusaha mempertahankan apa yang dia miliki. Memang Anda sebaiknya tidak ikut-ikutan tantrum seperti si kecil, tapi tak ada salahnya jika Anda meniru keinginan kuat yang dimiliki anak untuk mencoba mendapatkan apa yang dia inginkan. Bagi orang dewasa, usaha dan proses yang dilakukan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah pengalaman yang berguna. Dan determinasi akan membuat usaha Anda menjadi lebih berarti.
PEKERJA KERAS. Anak-anak adalah pekerja keras sejati. Butuh bukti? Saya sering sekali melihat kelakuan putraku yang asyik menyusun balok pasang. Meski berkali-kali balok itu jatuh sehingga bangunan yang dia susun hancur, putraku akan kembali memasangnya dari awal. Dan voila, jadilah istana raja yang indah. Istana ini tidak terbentuk dengan instan, dibutuhkan kerja keras dan imajinasi untuk bisa menyusunnya menjadi indah.
Dengan mencontoh tidakan anak, kita akan menyadari bahwa kerja keras akan membuat pencapaian kita terasa begitu indah. Jadi jangan terus menerus mengeluhkan kerja keras yang Anda alami. Rayakan keberhasilan yang datang dari usaha keras Anda.
TULUS HATI. Siapa yang paling bisa mencintai Anda sepenuh hati? Hanya si kecil yang bisa melakukannya dengan tulus. Anak menerima Anda apa adanya, bahkan mengidolakan Anda, serta tetap mencintai Anda meski misalnya, Anda orang paling keras kepala sedunia. Amie E. Felicitty menambahkan bahwa anak tidak akan melihat cacat Anda tapi justru berusaha mencari sisi terbaik dari diri Anda. Coba lihat sekeliling Anda dan mulai hargai orang lain apa adanya. Cari nilai positif dari orang-orang disekitar Anda dan bantu mereka untuk maju. “Dengan mencintai secara tulus, Anda akan bisa hidup lebih bahagia,” ujarnya.
Sumber ; parentsindonesia.com
Amie E. Felicitti dari Early and Elementary Education di Drexel University College of Medicine






SMART OUTBOUND INDONESIA
Perum Tasikmadu – Griya Cendana Jl Cendana IV No 8 TUBAN
Hotline : 081 217 240 147 – 085 645 264 827
 27C822A8
 


PROFIL




Selamat Datang di website  SMART OUTBOUND INDONESIA
SMART OUTBOUND INDONESIA merupakan penyedia jasa kegiatan training, wisata pendidikan dan kegiatan alam bebas ( outdoor activity )
Bidang garapan yang kami layani antara lain :
  • Outbound Training
  • Outbound Kid
  • Company Outing
  • Paint Ball
  • Fun Games
  • Rafting ( arung jeram )
  • Family Gathering
Jika Anda ingin membuat program sendiri yang disesuaikan dengan budget dan tujuan kegiatan, dengan senang hati, kami akan membantu mengakomodasi aktivitas yang Anda inginkan di dalam kota maupun di luar kota.

SMART OUTBOUND INDONESIA
Layanan Jasa : 081 217 240 147 – 085 645 264 827

OUTBOUND TRAINING Salah Satu Kegiatan Untuk Memotivasi Belajar Peserta Didik


Oleh : Drs. Edi Basuki, M.Si

“Creativity Games” karya Adi Soenarno dikatakan bahwa orang kreatif pasti lebih baik dibanding dengan yang kurang kreatif, apalagi yang tidak kreatif sama sekali. Ciri seorang kreatif antara lain memiliki ide yang baru, berani tampil beda, memunculkan pikiran yang belum popular, tidak takut mencoba dan tidak takut gagal. Sebaliknya, seorang yang tidak kreatif cenderung mengikuti pola yang sudah ada, pesimis dan takut dicemooh karena melakukan sesuatu yang tidak umum. Masih dalam buku tersebut dikatakan pula, dalam pekerjaan sehari-hari, orang yang kreatif sering dibutuhkan, baik ide maupun pendapatnya, dibutuhkan dalam hal menyelesaikan masalah atau membuat sesuatu yang inovatif.

Konon, upaya menumbuhkan kreativitas ini salah satunya bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan outbound berupa permainan yang memerlukan tindakan kreatif, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Saat ini Outbound banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik untuk pembinaan karyawan perusahaan, instansi pemerintah. Untuk lingkungan pendidikan nonformal kayaknya cocok bila peserta didiknya sesekali di beri kegiatan outbound sebagai upaya menanamkan karakter yang kreatif, mandiri dan bertanggung jawab yang dapat dijadikan bekal hidup dikemudian hari, baik ketika akan mencari pekerjaan maupun dalam rangka membuka lapangan kerja sendiri (berwiraswasta).

Hal ini sejalan dengan anggapan yang mengatakan bahwa belajar sebaiknya dilakukan dalam lingkungan alami, dimana peserta didik bisa dengan bebas menyalurkan kreativitasnya, sehingga dapat merasakan langsung pengalaman yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dan berparisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain Outbound adalah kegiatan di alam terbuka yang dapat memacu semangat belajar dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas dengan penuh kreativitas.

Dikatakan pula bahwa aktivitas Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman ”berpetualang” sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas yang bersifat inovatif.

Hal ini sejalan dengan maksud dilaksanakannya kegiatan outbound, diantaranya :

  1. Agar peserta termotivasi untuk meraih prestasi dalam kegiatan yang menyenangkan.
  2. Agar terbina keakraban dan kekeluargaan serta kepekaan terhadap lingkungan melalui kegiatan yang rekreatif dan menyenangkan.

Adapun Tujuan pelaksanaan outbound, yaitu :

  1. Membangun sinergi dan sikap empati antar sesama anggota tim.
  2. Meningkatkan kemampuan dalam bekerja secara tim.
  3. Meningkatkan motivasi dan keyakinan diri peserta akan kemampuan diri serta berpikir kreatif.
  4. Meningkatkan kebersamaan dan rasa saling percaya.
  5. Penyegaran dan memecahkan kekakuan dalam berinteraksi serta membangu komunikasi yang hangat.

Aneka permainan yang disajikan dalam kegiatan outbound mengandung pesan yang dapat memberi inspirasi untuk meningkatkan kinerja dan kerjasama diantara individu dalam upaya mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai hasil yang optimal, maka materi outbound haruslah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik agar tidak mubadzir. untuk itulah pemandu outbound harus banyak menggali informasi tentang latar belakang peserta didik sebelum merencanakan, menyusun dan melaksanakan kegiatan. latar belakang itu terkait dengan usia, kondisi sosial ekonomi keluarga, aktivitas keseharian, lingkungan pergaulannya serta pengalaman hidup yang telah dimilikinya.

Dengan demikian maka dalam pelaksanan kegiatan outbound yang pesertanya terdiri dari kelompok binaan pendidikan nonformal haruslah dilaksanakan seluwes mungkin (fleksibel) agar mereka dapat memahami dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan dengan penuh semangat dan bergembira. 
Hal ini seperti pengalaman dari Masduki, Direktur LKPUS, Kota Kediri ketika menyelenggarakan kegiatan outbound bagi peserta program pendidikan nonformal, yang mengatakan bahwa desain aktivitas kegiatan outbound divariasikan sedemikian rupa sehingga seluruh aspek pembelajaran yang meliputi dinamika kelompok dan materi tentang pengembangan pribadi mandiri, kemudian dilanjutkan dengan materi dalam bentuk permainan kompetisi antar kelompok maupun pengembangan psiko motorik peserta didik secara individual.

Semuanya itu dikemas dalam suasana yang menyenangkan (partisipatoris approach). Aktivitas semacam ini merupakan pengembangan seluruh potensi kecerdasan intelektual, emosional dan sosial yang disebutkan dalam konsep multiple intelegence. dari pengalaman diatas bisa dikatakan bahwa kegiatan outbound merupakan salah satu tema menarik untuk dipilih sebagai metode belajar bagi peserta didik di lingkungan pendidikan nonformal, hal ini mengingat bahwa manfaat dari kegiatan ini sangat besar dalam upaya membangun karakter peserta didik yang nota bene mereka telah memiliki pengalaman hidup yang beragam sesuai dengan aktivitas kesehariannya yang biasanya cenderung keras dan mengesampingkan norma susila yang berlaku di masyarakat.

Untuk itulah alangkah baiknya jika dalam awal kegiatan pembelajaran bagi peserta didik baru, pengelola pendidikan nonformal mengadakan kegiatan outbound, disamping sebagai sarana rekreasi juga untuk membangun kebersamaan diantara peserta didik serta memciptakan suasana yang akrap antara peserta didik, Tutor dan Pengelola program. 
Dengan sajian permainan outbound yang menarik, tentu akan membuat setiap peserta didik senang dan bahagia. Selain itu dengan bermain dapat belajar menggali dan mengembangkan potensi, bakat, minat dan rasa ingin tahu serta meningkatkan rasa percaya dirinya yang nantinya akan berguna sebagai bekal hidup.

Dengan kata lain, kegiatan outbound akan memberikan pengalaman dan inspirasi kepada peserta didik untuk belajar bertindak cepat dalam mengambil keputusan, serta kreatif dalam memecahkan suatu masalah secara mandiri dengan penuh perhitungan dan tanggung jawab sesuai dengan konsep pengembangan pribadi mandiri. Tinggal bagaimana para Tutor dan Pengelola Pendidikan nonformal, dalam hal ini Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bisa secara kreatif memprogramkan kegiatan outbound secara berkala yang disesuaikan dengan kemampuan.

Penyelenggaraan outbound ini tidak harus mengeluarkan biaya mahal, yang penting peserta didik bisa menikmatinya dengan suasana gembira, dari kegiatan tersebut peserta didik mendapatkan pengalaman dan wawasan baru yang diharapkan akan berpengaruh pada perilaku selanjutnya. Kuncinya disini adalah komitmen dan kreativitas dari para Tutor dan Pengelola pendidikan nonformal dalam mengabdikan dirinya membantu pemerintah dalam pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi masyarakat dengan motto ”Melayani yang belum Terlayani”. Semoga.[edibasuki/bppnfi.reg4]
 
 
 
 
 
OUTBOUND TRAINING, OUTBOUND KID, FAMILY GATHERING dan WISATA PENDIDIKAN
Hubungi kami
Hotline : 081 217 240 147 – 085 645 264 827
Pin BB  27C822A8

OUTBOUND KID PAKET PROMO 2014

Rencanakan kegiatan out door learning anda dan keluarga  bersama kami



SMART OUTBOUND INDONESIA Group


Outbound Training, Outbound Kid, Family Gathering, Wisata Pendidikan
hubungi kami
Hotline : 
081 217 240 147 atau 085 645 26 48 27

Links